Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Melankolia

Malam itu, Kamu bicara tentang keluh kesahmu Bicara apa yang menjadi beban tanggung jawabmu, yang ku tau memang itu tak mudah Hari itu kamu mungkin sedang lelah; mungkin juga kesepian Tergambar jelas dalam raut wajahmu yang sedang masam, juga muram Terpancar dari matamu kesedihan yang tak bisa disembunyikan. Mungkin saat itu kamu sedang ingin menangis Matamu yang hampir berkaca-kaca, namun tertahan dengan caramu menenangkan dirimu sendiri Mencoba membuat semua baik-baik saja; mulutmu bisa berkata 'tak apa' namun hatimu? Entahlah. Aku benci dengan asumsi-asumsi rasaku sendiri, yang hanya bisa 'mungkin' Malam itu, Aku memandangmu. Memerhatikan caramu berbicara Hati mana yang tidak penasaran, Bermain dengan segala teka-teki rasamu. Berkecamuk dalam hati 'apa yang sedang terjadi?' Memang malam itu, kesalahan kami.  Mengecewakanmu yang mengemban tanggung jawab yang ku tau itu tidak mudah. Tapi aku sebal, jika harus melihatmu dengan hati yang buruk. ...

Tidak Sendiri

Teruntuk, ... semuanya, yang sedang dikelilingi banyak tugas, tanggung jawab,dan kewajiban. yang kepala dan hatinya sedang diisi berjuta pikiran;berkecamuk tak karuan. Yang tidak mau berhenti karena khawatir dan takut. Yang mungkin sedang bingung;butuh pegangan,butuh sandaran. Yang sedang beejuang sendirian? Yang merasa kurang diapresiasi. Yang gamang karena punya sejuta pertanyaan, namun tak kunjung temui jawaban. Yang memutar lagu sedih berulang-ulang, karena dengan hanya begitu pegal hati dapat terwakili. Yang menangis malam-malam, karena saat terang kalian harus senyum seharian. Yang sedang diuji jarak dan waktu. Yang terduduk, terengah kelelahan. Yang berekspektasi dan dikecewakan. ...berhentilah sejenak. Jangan lupa napas, teman. Di saat susah, ini bisa jadi sulit dipercaya, tapi akan kukatakan juga: kita tidak pernah sendirian.  Ku kutip sebuah aksara dari izzati itu. Yang barangkali bisa mengobati pilu hatimu.. Yang tak kunjung usai Diuji dan ditatih, Tapi inga...