Candi yang Buat Candu
Sebuah perjalanan baru, pengalaman baru, dan kisah baru. Di sini lah aku menemukan titik dimana aku merasa nyaman dengan apa yang aku jalani selama ini. Di atmosfer baru, sebuah desa dengan segala dinamika sosialnya yang membuat hangat; berbeda. Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan dengan segala problematikanya. Di lereng sebuah gunung di utara Yogyakarta. Hawa dingin yang identik dengan desa ini. Berjalan kaki menaiki bukit dengan terengah-engah untuk menuju Desa Candi. Berkenalan dengan induk semang, lalu diceritakanlah kami semua hal-hal baru. Silisilah keluarga, pekerjaan, kegiatan beliau tiap harinya. Benar - benar ramah. Menyajikan makanan-makanan kecil dan teh hangat tiap saat. Juga menawarkan selimut ketika kami akan tidur. Saat kami akan berkegiatan, ibuk semang selalu berkata, " Makan dulu, Mbak. Biar gak lemes nanti " Apa pun makanan yang ibuk sediakan, pasti kami makan. Ibuk semang tidak bisa berbahasa Indonesia lancar, untungnya saya dan teman satu kelo...