Monolog Dini Hari
Bisakah semua kembali seperti pada mulanya,
Membuka hati karena kehangatannya yang datang tiba-tiba
Lelah jatuh hati yang pada akhirnya tak bisa menetap untuk waktu yang lama
Bagai langit dan bumi, yang tak pernah sealam
Bagai hitam dan putih, yang tak pernah sewarna
Bagai timur dan barat, yang tak pernah searah
• • •
Tak pandai untuk beraksara,
Tapi kata apapun mungkin pantas untuknya
Teruntukmu hatiku ingin bersuara
Biar kuceritakan sedikit mata dan hati ini ketika menatapnya
Garis bibirnya saat tersenyum, menyudut sempurna. Saat tertawa, juga bicara.
Mata coklatnya yang memancar jernihnya, memberikan kehangatan setiap insan yang merasakannya
Semoga memori ini masih tetap sama,
Seperti hari ini, waktu itu, dan sampai nanti.
• • •
Mungkin dia tipe yang pernah ku benci: lelaki bertampang dingin dengan playlist indie-nya
Saat dia terlelap, ponselnya tak pernah berhenti melantunkan lagu kesukaannya.
Sore itu ardhito pramono, lalu pamungkas, malam tiba berganti fourtwnty.
Yang tidak pernah disangka,
Diam-diam aku juga terhanyut.
Saat mendengar lagu-lagu itu, membawaku berkhayal tentang jiwa dan indahnya dunia; tenang
Melodi itu pula yang menjadikanku terasa dekat dengan segala kemungkinan
• • •
Sifat dinginnya, yang terkadang menyebalkan.
Sepertinya kamu memang manusia tak kasat rasa.
Terkadang leluconnya yang tiba-tiba memecahkan suasan
Senyum manisnya yang tergambar sempurna
Logat khasmu saat berbicara
Senyum manisnya yang tergambar sempurna
Logat khasmu saat berbicara
Lihat, hati mana yang tak akan jatuh?
• • •
Aku selalu senang saat melihatnya beraksi dengan kamera;
Mengambil gambar sana-sini. Terlihat begitu mudah dan lihainya.
Mengambil gambar sana-sini. Terlihat begitu mudah dan lihainya.
Sorot matanya yang tidak kalah tajam seperti kamera yang dibawanya.
• • •
Terkadang,
Saat jauh, kumerindukan kehadirannya,
Memasuki ruangan itu dan duduk bersama.
Dengan mata yang masih terkantuk dan rambut yang masih belum tertata.
Dengan mata yang masih terkantuk dan rambut yang masih belum tertata.
Lalu kamu menghampiri,
Its like a coffee with rainbows mood.
• • •
Rehat, kata kunto aji.
Perasaanmu terlalu emosional. Bersabarlah. Segala rasa yang bergejolak memang meresahkan.
Dia memang seperti halcyon yang membuat tenang,
Seperti petrichor yang menenangkan selepas hujan,
Seperti melliflous saat mendengar suaranya.
Kamu adalah alasanku tersenyum
Hari-hari dimana dirimu ada, disitulah aku merasa bahagia
Sebuah rasa klasik untuk seseorang yang sedang jatuh cinta.
Sebuah rasa klasik untuk seseorang yang sedang jatuh cinta.
Tenang, tak perlu kau temui jawabnya sekarang
Biarkan dia bahagia dengan hati yang lain
• • •
Komentar
Posting Komentar